Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, January 30, 2015

Temani Sunyi Ini

Oleh Ikramul Ubad

Tiap bait tak lagi di hargai
Tiap baitnya terabaikan tak lagi bermakna
Tiap lembarnya terlupakan
Bahkan dari tiap-tiap lembarnya menyisakan abu, lenyab, mengalir bersama hujan

Hanyut dalam lamun dan senyum yang berlinang
Merangkai hari yang hilang, 
menelusuri dan memahami
Memandang dunia luas yang hampa
Menuai kesunyian dari goresan yang perih

Tersungkur di penghujung malam sunyi dan kosong
Bayang yang semakin menyala dari tiap tetes
Bertanya pada diri sendiri, dan yang mengalir adalah jawaban dari semua

Lelah memang lelah
Bahkan lelahpun mulai lelah menemani
Asa yang bimbang semakin merapuh dan runtuh
Jatidiri seakan pergi tak lagi kembali

Harapan ku,harapan ku, jangan sembunyi.!!
Datanglah saling membimbing dalam tuntunan
Hadirlah hingga nanti
Hingga tak lagi mampu, hingga kita kembali

Dibalik Arti

Oleh Abu khanif

Sungguh ini menit yang terindah dalam hidupku
Yaitu menit ketika mengenal aroma bunga 
Harumnya menyeruak memenuhi ruang hatiku
Keindahannya memanjakan mataku...

Sebuah kesan yang hangat bak mentari pagi
Kesan yang begitu sejuk menyeka wajahku
Peristiwa yang melenakan bagaikan mimpi
Peristiwa yang tak kusadari telah membuat aku terhanyut...

Ijinkan daku menyelam lebih dalam
Ijinkan daku menyibak tabir tentangmu
Ijinkan daku masuk dalam mimpimu
Ijinkan daku menelusuk disetiap relung jiwamu...

Karena hati ini tak bisa berhenti menguraikan arti
Sebuah arti yang membuat ku penasaran
Yang selalu datang disetiap mimpi
Yang selalu mendatangkan khalayan yang indah...

Apakah diri ini mampu menahan kekaguman
atasmu
Karena gelombang keindahan yang
engkau buat
Ataukah akan hancur karena rapuhnya jiwaku..

Tidak.. aku yakin tidak..
Karena aku adalah karang yang kokoh yang akan memecah setiap keraguan
Karena aku adalah cahaya yang akan membuatmu menjadi pelangi
Karena aku adalah yang angin yang akan mengusir mendung yang menutupi wajahmu...

Akhir Hidupku

Oleh Shesa Marselina

Jika mata ku masih sanggup terbuka..
Hanya kau yang selalu ku pandang.
Jika nafas ku masih sanggup berhembus..
Hanya akan untuk mu hembusan itu.

Jika kaki ku masih dapat berjalan..
Temani aku untuk melangkah.
Jika mulut ku masih dapat bersuara..
Kata cinta hanya terucap untuk mu.

Kau hadir menemani ku..
Kau hadir menjaga ku..
Segala cinta dan kasih kau curahkan..
Segala pengorbanaan kau lakukan..

Untuk apa. . . . . . 
Apa kau hanya mengasihaniku saja..
Apa jika ku mati kau melupakan ku..

Tapi. . . Ya sudahla. .
Jika aku mati aku akan mati dalam keadaan bahagia...
Karena kau telah menemani sisa-sisa hidup ku..

Thursday, January 29, 2015

BUNDA

Oleh Shesa Marselina

Bunda. . .
Aku ingin kau tau bahwa aku sangat menyayangi dan mencintaimu.

Bunda. . .
Sampai kapan pun aku akan tetap menjadi anakmu yang manja, anakmu yang selalu berusaha mendapatkan perhatianmu dan anakmu yang ingin selalu berada dipeluk mu seperti saat aku kecil.

Bunda, aku ingin bermain bersamamu seperti dahulu.
Aku ingin kau yang selalu menyuapiku dengan segala kasih sayang yang kau curahkan.

Bunda. . .
Maafkan aku yang sering mengecewakan mu.
Yang sering menyakitimu hingga kau meneteskan air mata.

Bunda. . . Dimana pun engkau kini, tak peduli kita harus terpisah oleh jarak dan waktu tapi aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu.

Bunda. . . Engkau anugrah terindah yang Tuhan beri untuk ku.

Terima kasih Bunda.
Aku mencintai mu.

AKU BAGAIKAN BUNGA SEROJA

Oleh Yeni Friyani

Aku adalah tak lebih dari sekedar debu-debu jalanan
Aku adalah secarik kertas lusuh
Aku adalah kerikil-kerikil kehidupan
Dan aku adalah sebercak noda dunia

Tak ada yang tahu derita ini
Dunia ini masih membisu
Angkuh dan kejam
Mentari pun enggan tersenyum kepadaku

Aku takut hidup ini
Hidup kelam menghantui
Hanya kesunyian mendekati hariku
Aku takut jatuh kian jauh ke lembah hitam

Tak ada satupun rasa peduli
Dimana perikemanusiaan mereka ??
Dimana hati nuraninya ??
Aku tetap di lumpuhkan duniaku sendiri

Aku hampir menyerah Tuhan
Aku tak sanggup dengan cemoohan liar di telinga ini
Kuatkan bathinku Tuhan
Ajariku ilmu ikhlas itu

Walau aku tetap berarti di mataMu
Namun aku tetap bagaikan seroja malang
Tersisihkan oleh duniaku sendiri
Seroja yang lebih pantas tertanam di gundukan-gundukan duka

Tak pantas ku bersanding bahagia
Karena bahagia itu milik mereka
Mereka yang berkuasa
Dan aku hanya seroja yg berbaur di atas-atas rumput kematian

TAK TERKALAHKAN

Oleh Shesa Marselina

Lihatlah dirimu, kau yang tak sempurna.
Tapi kau justru begitu istimewah.
Kekurangan fisik mu tak nampak karena kesempurnaan hatimu.
Begitu putih, begitu suci, begitu indah.

Aku tahu kau akan berfikir ini semua tak pernah adil.
Kau tak memiliki apa yang orang lain miliki.
Tetapi orang lain tak memiliki hati yang begitu kuat sepertimu.
Kau yang selalu berusaha dengan keterbatasan mu, tanpa kenal sia-sia dan lelah.

Dan kini lihatlah. . . .
Semua orang memandangmu, bukan untuk mencemoohmu.
Lihatkah kau. . . Mata yang berbinar mengagumi semua jerih payahmu.
Lihatkah kau. . . Mata yang terpancar kagum dengan kekurangan mu, tetapi kau mampu menggapai cita-cita mu.

Tuhan tak pernah tertidur.
Kau dulu yang direndahkan tlah di sanjung banyak orang.
Berjuta kata syukur selalu kau ucap tanpa henti.
Dan kini aku tersadar dari mimpi buruk ku.

Jika kau yang dengan kekurangan fisik mu mampu menaklukkan kerasnya roda kehidupan dan menggenggam dunia mu.
Kini saatnya aku yang bangkit menggapai semua angan dan cita-cita ku.
Kau motivator kehidupanku.
Kau tak terkalahkan dengan semua cemooh itu.

JANGAN PINGGIRKAN AKU

Oleh Mohd Alif

Disaat kau popular
Jangan bongkak hati
Apa bila berjaya
Milikinya dengan rela hati

Ingatkanlah asal usulmu
Engkau orang biasa
Orang dibawah mu yang membantu mu
Menjadi mu berjaya sehingga popular

Bila kamu bongkak hati
semua harta yang di miliki cuma sementara
Jangan menyesal
Harta itu akan dirampas kembali
Kau akan kembali ke tempat asal

Jangan lupa
Jangan pinggirkan aku
itu semua kuasa tuhan
Memberi berjaya atau tidak
Ingatlah kau padanya
Tuhan sentiasa disisi.

IKHTIAR

Oleh Welen

Janganlah berputus asa
Jika kau ingin menggapainya
Teruslah berjalan
Agar kau sampai tuk meraihnya

Telusurilah jalan lurus 
Meski kau harus bertemu
Kerikil-kerikil tajam
Yang buatmu berhenti

Jalanilah,jika curam
Maka dakilah dengan hati-hati
Agar kau tak jatuh karenanya

Dan jika landai 
Maka turunlah perlahan 
Agar tak terpeleset dan semakin jatuh

Ditengah waktu yang bergulir
Janganlah kau menyerah
Terhadap apa yang sudah

Ketika engkau jatuh
Janganlah malu dan bersedih
Tersenyumlah kembali,bangkitlah kembali
Halang rintangan memang takkan henti
Tapi semangat takkan pernah mati

PUISI INI MILIKMU

Oleh Handry Lumban Purba

Sesungguhnya inilah puisimu
Yang aku tuliskan dengan sederhana
Mungkin kan menemani dan mengilhami
Kapanpun dan di manapun kau

Bacalah, dengan penuh penghayatan
Coba redamkan segala amarahmu
Agar kau mampu melihat kelebihanmu
Melihatmu tenggelam dalam marah, aku sakit

Renungkan, renungkan dengan penjiwaan
Bersegeralah merendahkan hatimu yang tinggi
Agar kau sanggup memandang kelebihan mereka
Aku menyayangkan dirimu yang hanyut dalam kesombongan

Perhatikanlah, aku yang menempatkanmu
Tidak di sudut yang gelap lagi sepi
Kau istimewa di hati dan pikiranku
Di hatiku kau akan bebas hidup

Ini puisimu yang benar aku tuliskan
Bacalah, ada sedikit yang bisa aku beri
Bukan untuk menyinggung namun untuk menyanjung
Maka bacalah dengan bahagia, karena inilah puisimu

Wednesday, January 28, 2015

PENJARA CINTAMU

Oleh Andi Mardana

Wahai sang pemilik malam, dengarlah rintihan hatiku
Aku yang terpuruk seakan tak ada bahagia menantiku

Jiwaku terkungkung dalam sangkar bambu yang sempit
Ragaku terpasung dalam penjara cinta tanpa arah
Naas bagiku, karena tak kuasa melepaskan diri dari belenggu itu

Mata ini tak kuasa menahan isak tangis
Kurasakan pilu di dada, hati bagai tersayat sembilu
Otak ini seakan tak mampu lagi berlogika
Karena perasaan cinta yang begitu mendalam

Kala kumerenung di kesunyian malam
suara risih terdengar dari lubuk hati
Memintaku untuk berdiri dan mengambil langkah menuju kedamaian

Langkah inipun tertahan oleh hasrat cintaku
Kusandarkan bahu di sudut kamar yang gelap tanpa suara
Kurasakan suramnya kehidupanku yang dibelenggu oleh asmara

Tertutup segala rongga kehidupan di sekelilingku
Ku biarkan diriku menyendiri tanpa ada yang menemani
Kubiarkan damai itu berlalu dengan senyum kepedihan

Kuyakini seberkas cahaya akan menuntunku kepada damai tiada tara
Sungguh malangnya diriku, tangan yang kaku ini tak mampu menggapainya
Mata yang tajam tak mampu menatap cahaya sang dewi malam
Dan telinga inipun tak mampu mendengar suara syahdu hembusan angin

Kurasakan raga ini sirna tanpa jiwa yang bebas
Hanya tulang yang terbungkus daging tanpa atsar
Bahagia yang kunanti hanyalah kehampaan

WAHAI KASIH

Oleh Agus Nugroho

Wahai kasihku
Tatapanmu begitu indah terpancar
Senyummu mampu membuatku senang
Tawamu mampu membuat hatiku bahagia

Wahai kasihku
Kaulah cahaya di setiap langkahku
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah wanita yang berarti bagiku

Wahai kasihku
Tanpamu aku rapuh
Tanpamu cahaya itu tak akan terang
Tanpamu hidup ku menjadi tak berarti
Kasihku Aku Sungguh Sangat Mencintaimu

ZULAIKHA

Oleh Fajar Utama

Hingar-bingar itu masih ku dengar
Dari tiap mulut penjuru negeri
Tebal telingaku disayat gunjingan
Menahan malu bertubi-tubi

Biar kutunjukkan
Biar kupertontonkan
Agar mereka tahu
Agar semua merasakan

Yusuf,
Ku panggil namanya
Lalu berjalanlah ia
Lenggak-lenggok di depan mereka

Seketika hijau mata mereka
Tumpah darah di gamis mereka
Bukan apel, bukan buahan
Tetapi jemari, tetapi tangan

Menjeritlah mereka
Meringis semuanya
Sekarang semuanya terbukti
Segalanya jelas terperinci

Bukan salahku aku tergoda
Di luar kuasaku aku bernoda
Tapi salahku hanyalah satu
Membiarkannya tidur dalam jeruji beku

BILA

Oleh Unny Ayuni

Bila.....
Dalam kisah ini aku mampu kembali...
Mencari kisah yang sempat aku lupakan...
Mengulang rindu yang sempat kau berikan...

Bila....
Cinta yang kau simpan tak pernah aku sia-siakan..
Dan sayang yang kau berikan tulus...
Tak pernah aku ragukan.......

Bila....
Kamu dan aku berjumpa kembali....
Seperti dahulu saat kita masih saling mencintai....
Biar... biar aku ingat semua kisah kita.....


Biarkan waktu yang menyimpan semua rasa ini..
Kau.. yang pertama memagut hatiku dengan genggamanmu.....
Saat kau coba pandang aku jauh kedalam hatiku...
Kau cinta pertamaku.....

PERISAI PENENTANG MATA

Oleh Mita Sari

Memandang sosok tubuh
Bahu terbuka dengan senonoh 
Konsep bauran pakaian bagai bintang di kegelapan
Namun angan tak sampai berkecimpung
Menyingkapi telah berubah jadikan kibasan kebebasan

Tutup auratmu!
Guratan penampilan lecutkanlah di derai agamamu
Pancarkan kehidupan penuh kesopanan
Sopan perisai penentang mata jelalatan
Indah tertanam dalam taman
Taman melodi rekahan bunga dengan bidadari terbang senantiasa
Hingga relung jiwa terhias ketentraman.

Popular Post