Oleh Octavenna Maudy
Seketika aku terjerembab
Tertegun kala fajar menyingsing
Mendegupkan irama jantung
Hentakan demi hentakan tak membuatku gentar
Tiba-tiba teringat aku
Akan rumput hijau di lereng bukit
Gumpalan awan putih merekah
Sang domba memekik girang
Sungai kecil di samping gubuk usang
Kutu-kutu daun kelapa membungung di atap
Memori ini kusebut rindu
Aku rindu kampung halamanku
Perjuangan tak selalu berakhir bahagia
Walau terkadang si itik menari riang ketika menemukan kembali si induk
Mungkin hanya senja yang mampu menjelaskan
Seperti mengukir asa di tanah hampa
Sungguh perih.. ketika aku berjuang demi negara
Ingin murka tapi tak kuasa
Tapi aku percaya satu hal
Sang malam tak sedetikpun meninggalkanku
Membayar setiap peluh dengan jutaan cahaya
Mengorek senyum seharum kenanga
Menggugah setiap bait do'a
Mewujudkan seluruh harap dalam bisikan hati... MIMPI
Monday, April 15, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Post
Categories
Alfi
Anggita Nurul Taeyeon
Annisa
Antares
Ari Isnadi
Bella Mardiyani Sadewi
Cepi Ali Anwari
Chairil Anwar
Chania
Cut Mutya
Dera Dee
Dewi Hartinah
Dr.A
Eka Wulandari
Elly
Epha
Febiriani
Galih Erlando
Guru
Hacker-newbie
Hend Untuk Lala
Herry Masivers Pasput
Kahlil Gibran
Lukas Jayagrana
Pantun
Puisi
Puisi Cinta
Qori H. Nafi'
R.H. Radjendra
Rafida Salma
Sarman UNPAM
Siti Nurfadilah
Surat Cinta
Sutan Takdir Alisyahbana
Tebak - tebakan
Toto Ardiyanto
Tria Erlina Dewi
Upee
Vikri Aulia Akbar
Zaneta.N.A.J
No comments:
Post a Comment